Yuk Kenalan dengan ISO 17025! Standar Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi
Pernahkah kamu membayangkan jika hasil uji suatu produk makanan, obat, atau kosmetik ternyata tidak akurat? Kesalahan data laboratorium dapat berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat maupun pengambilan keputusan penting. Oleh karena itu, laboratorium memerlukan standar yang mampu menjamin kualitas dan keandalan hasil pengujian, yaitu ISO/IEC 17025.
Sumber: https://www.nem2015.com/en/standard-en/iso-17025/
Apa Itu ISO/IEC 17025?
ISO 17025 atau yang secara
lengkap disebut ISO/IEC 17025 merupakan standar internasional yang digunakan
oleh laboratorium pengujian dan kalibrasi. Standar ini diterbitkan oleh
International Organization for Standardization (ISO) bersama International Electrotechnical
Commission (IEC) yang digunakan sebagai acuan
dalam pelaksanaan kegiatan laboratorium secara internasional.
Di Indonesia, penerapan ISO/IEC 17025 berkaitan erat dengan proses akreditasi laboratorium yang dilakukan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). KAN merupakan lembaga yang bertugas menilai kesesuaian laboratorium pengujian dan kalibrasi terhadap persyaratan yang tercantum dalam ISO/IEC 17025 sehingga laboratorium dapat membuktikan bahwa mereka mampu menghasilkan data dan hasil pengujian yang akurat, andal, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Mengapa ISO/IEC 17025 Penting?
Setiap laboratorium memiliki kondisi yang berbeda, baik dari segi alat yang digunakan, metode pengujian yang diterapkan, maupun tenaga laboratorium yang melakukan pengujian. Perbedaan tersebut dapat memengaruhi data dan hasil pengujian yang diperoleh sehingga diperlukan suatu standar yang digunakan secara bersama oleh laboratorium. Dengan adanya ISO/IEC 17025, kegiatan pengujian dan kalibrasi dapat dilakukan dengan lebih konsisten karena setiap laboratorium menggunakan standar yang sama. Mulai dari metode pengujian, penggunaan alat, hingga pencatatan hasil dilakukan berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan dalam standar tersebut. Penerapan ISO/IEC 17025 juga membantu mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan selama proses pengujian sehingga data dan hasil pengujian yang dihasilkan menjadi lebih akurat. Sebagai contoh, dua laboratorium yang menguji sampel yang sama seharusnya menghasilkan data yang tidak berbeda jauh apabila keduanya menerapkan standar yang sesuai. Hal inilah yang menjadi salah satu tujuan penerapan ISO/IEC 17025.
Persyaratan dalam ISO/IEC 17025
Secara umum,
persyaratan dalam ISO/IEC 17025 dibagi menjadi dua bagian, yaitu persyaratan
manajemen dan persyaratan teknis. Persyaratan manajemen lebih membahas
bagaimana laboratorium mengatur sistem kerjanya, mulai dari struktur
organisasi, pengelolaan dokumen, audit internal, sampai evaluasi yang dilakukan
secara berkala. Jadi yang diperhatikan bukan hanya kegiatan pengujiannya saja,
tetapi juga bagaimana laboratorium tersebut dikelola agar seluruh kegiatan
dapat berjalan dengan baik.
Berbeda dengan persyaratan manajemen, persyaratan teknis lebih berhubungan langsung dengan kegiatan yang dilakukan di laboratorium. Bagian ini mencakup kemampuan tenaga laboratorium, metode pengujian yang digunakan, penanganan sampel, kondisi alat, kondisi lingkungan laboratorium, hingga hasil pengukuran yang diperoleh. Melalui persyaratan teknis ini, laboratorium diharapkan dapat menghasilkan data pengujian yang akurat.
Manfaat Penerapan ISO/IEC 17025
Manfaat
dari penerapan ISO/IEC 17025 adalah membantu laboratorium menghasilkan data dan
hasil pengujian yang lebih akurat dan konsisten karena seluruh proses dilakukan
berdasarkan standar yang sama dan sudah ditetapkan. Selain itu, laboratorium
yang sudah menerapkan ISO/IEC 17025 biasanya lebih dipercaya karena setiap
hasil pengujian dilakukan melalui prosedur yang jelas, terstruktur, dan dapat
dipertanggungjawabkan.
ISO/IEC
17025 juga mempermudah laboratorium dalam menjalin kerja sama dengan berbagai
pihak, termasuk industri maupun lembaga dari luar negeri, karena standar ini
sudah diakui secara internasional sehingga hasil pengujian lebih mudah
diterima. Penerapan standar ini juga membuat kegiatan laboratorium menjadi
lebih efisien dan terorganisir karena setiap proses terdokumentasi dengan baik,
sehingga kesalahan dapat diminimalisir. ISO/IEC 17025 juga mendukung
peningkatan kompetensi sumber daya manusia di laboratorium karena setiap tenaga
kerja dituntut memiliki kemampuan dan pemahaman yang sesuai dengan bidang
kerjanya.
Dengan demikian, ISO/IEC 17025 merupakan standar yang berperan penting dalam memastikan kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Melalui penerapan persyaratan manajemen dan teknis yang telah ditetapkan, laboratorium dapat menghasilkan data yang akurat, konsisten, dan dapat dipercaya. Selain meningkatkan kredibilitas laboratorium, penerapan ISO/IEC 17025 juga mendukung efisiensi kerja, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, serta pengakuan hasil pengujian di tingkat nasional maupun internasional.
DAFTAR PUSTAKA
Andarwati,
S., Brando, R. M., Mayasari, R., Kristiningrum, E., & Agtusia, A. T.
(2024). SNI ISO/IEC 17025:2017 implementation impact on testing laboratory.
Jurnal Standardisasi, 26(1), 31–38.
International
Organization for Standardization. (2017). ISO/IEC 17025:2017 general
requirements for the competence of testing and calibration laboratories. ISO.
Putri, C. C., Fajria, M. A., Ega, A. V., Pratiwi, E., Pawestri, Y. I., Nelfyenny, & Habibie, M. H. (2021). Transition of laboratory management system based on ISO/IEC 17025:2017 at SNSU-BSN. Instrumentasi, 45(1), 41–54.
Sigma Consulting. (2025). ISO/IEC 17025: Standar mutu laboratorium.
Labnesia. (2025). Perbedaan ISO 17025 dan ISO 9001: Standar manajemen mutu dan kompetensi laboratorium.
Komentar
Posting Komentar