Postingan

Kenapa Makan Cabai Bikin Lidah Terbakar? Ini Penjelasan Kimianya!

Gambar
Cabai  merupakan salah satu bahan masakan penting yang tidak dapat ditinggalkan dari kebutuhan sehari-hari masyarakat Indonesia. karena pada umumnya masakan nusantara membutuhkan cabai sebagai salah satu bahan penting. Melansir dari berbagai sumber, sensasi terbakar pada lidah akibat konsumsi cabai disebabkan oleh capsaicin, senyawa alkaloid lipofilik utama dengan rumus molekul C ₁₈ H ₂₇ NO ₃ yang terdapat terutama pada plasenta buah cabai rawit (Capsicum frutescens L.), memiliki titik leleh sekitar 65°C dan titik didih 210°C, serta memberikan rasa pedas melalui interaksi spesifik dengan reseptor TRPV1 (Transient Receptor Potential Vanilloid 1) pada ujung saraf sensorik nociceptor di mukosa mulut. sumber; Brain Academy Ruang Guru Zat kimia tersebut tidak memiliki bau maupun rasa, dan terletak di dalam bagian putih cabai. Zat kimia ini mengikat reseptor yang merespons rasa sakit di lidah dan mulut. Respons ini kemudian dikirim ke otak se...

Wow! Begini Cara Kimia Mewarnai Langit Saat Malam Tahun Baru

Gambar
Kembang api adalah jenis bahan peledak dengan tingkat ledakan rendah yang biasanya digunakan untuk menghibur dan merupakan elemen dari area piroteknik. Piroteknik sendiri merujuk kepada sebuah disiplin yang melibatkan penggunaan bahan peledak, terutama untuk tujuan pencahayaan. Secara umum, kembang api menciptakan empat jenis efek, yaitu suara, cahaya, asap, dan kemampuan terbang. Kembang api dirancang untuk meledak dengan cara tertentu dan menghasilkan cahaya yang beragam warnanya, seperti merah, jingga, kuning, hijau, biru, atau ungu. Kembang api mendapatkan warnanya dari senyawa logam (juga dikenal sebagai garam logam) yang dikemas di dalamnya. Anda mungkin tahu bahwa jika Anda membakar logam dalam nyala api panas (seperti pembakar Bunsen di laboratorium sekolah), mereka bersinar dengan warna yang sangat intens itulah yang terjadi di kembang api. Senyawa logam yang berbeda memberikan warna yang berbeda. Senyawa natrium menghasilkan kuning dan oranye, misa...

Semakin Banyak Jumlah Plus pada Sunscreen, Semakin Green Flag?

Gambar
  Sumber: https://i.pinimg.com/736x/aa/b1/33/aab133d8750bf258ae1b230e8b346172.jpg (Pinterest, diakses 05 November 2025) Sunscreen atau tabir surya merupakan produk perawatan kulit yang berfungsi melindungi kulit dari paparan langsung sinar ultraviolet (UV) yang berasal dari matahari. Cara kerja sunscreen adalah dengan menyerap, memantulkan, atau menghamburkan sinar UV sehingga jumlah radiasi yang mencapai permukaan kulit dapat diminimalkan. Paparan sinar matahari merupakan salah satu faktor utama penyebab kerusakan kulit, mulai dari munculnya flek hitam hingga penuaan dini. Oleh karena itu, penggunaan sunscreen menjadi langkah penting dalam melindungi kulit dari efek buruk sinar ultraviolet (UV). Saat ini, banyak produk sunscreen di pasaran yang mencantumkan keterangan seperti “PA+”, “PA++”, hingga “PA++++”. Tidak sedikit pula masyarakat yang menganggap bahwa semakin banyak jumlah tanda plus pada label sunscreen, maka semakin baik pula kualitas perlind...